JIKA ingin mendownload Materi IPS-EKONOMI tentang Rumah tangga Pemerintah KLIK DISINI
Rabu, 18 September 2013
Selasa, 17 September 2013
Perang dunia 2 sampai mempertahankan kemerdekaan indonesia
JIKA anda ingin MENdownload sejarah INdonesia dari perang dunia hingga Peristiwa proklamasi baik sebelum atau sesudahnya klik DISINI
Senin, 16 September 2013
Kerjasama Ekonomi Internasional
Pada semester 1, kalian telah mempelajari mengenai perdagangan
internasional. Perdagangan internasional dapat terjadi karena setiap negara
tidak bisa hidup sendiri, sehingga setiap negara akan menjalin kerja sama
dengan cara tukar-menukar barang produksi. Perdagangan internasional merupakan
salah satu bentuk kerja sama ekonomi antarnegara. Setiap negara di dunia
semakin sadar akan perlunya kerja sama antarbangsa, tidak hanya terbatas pada
perdagangan saja, akan tetapi meluas pada usaha-usaha untuk ikut aktif dalam
pembangunan ekonomi. Atas kesadaran tersebut, maka banyak muncul bermacam-macam
lembaga kerja sama ekonomi baik dalam bentuk bilateral regional, maupun internasional.
Untuk lebih jelasnya mengenai bentuk-bentuk kerja sama ekonomi antarnegara,
kalian dapat mempelajarinya pada pembahasan berikut ini.
A. Latar Belakang Kerja Sama
Antarnegara
Setiap negara tidak dapat berdiri sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan
negara lain. Coba perhatikan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar
kalian atau di rumah tempat tinggal kalian! Barang-barang seperti hand phone,
sepeda motor, mobil, televisi, kulkas, dan sebagainya. Apakah semua itu
diproduksi oleh Indonesia? Tentu saja tidak. Barang-barang tersebut ada yang
diproduksi oleh negara lain. Keberadaan barang-barang tersebut berkat adanya
kerja sama antarnegara. Selain berupa barang, pinjaman-pinjaman yang diperoleh
dari luar negeri juga sebagai wujud hasil kerja sama ekonomi antarnegara.
Dengan demikian, apakah yang dimaksud kerja sama ekonomi internasional? Istilah
kerja sama ekonomi internasional tidak sama dengan perdagangan internasional.
Kerja sama ekonomi internasional mempunyai cakupan yang lebih luas daripada
perdagangan internasional. Dengan demikian kerja sama ekonomi internasional
adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi
melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan
saling menguntungkan.Berdasarkan pengertian kerja sama, maka setiap negara yang
mengadakan kerja sama dengan negara lain pasti mempunyai tujuan. Berikut ini
tujuan kerja sama antarnegara.
a. Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang
mengadakan kerja sama.
b. Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di
berbagai bidang.
c. Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran dunia.
d. Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.
d. Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan.
2. Faktor-Faktor Penyebab Kerja Sama
Antarnegar Antarnegara
Setiap kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi dapat
didasarkan pada perbedaan dan persamaan yang dimiliki antarnegara.
a. Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Perbedaan
Berikut ini perbedaan-perbedaan yang mendorong kerja
sama antarnegara.
1 ) Perbedaan sumber daya alam
1 ) Perbedaan sumber daya alam
Sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara
berbeda-beda baik dari segi jenis dan jumlahnya. Ada negara yang memiliki
sumber daya alam yang melimpah, namun ada juga negara yang memiliki sedikit
sumber daya alam. Contohnya Indonesia kaya akan sumber daya alam berupa bahan
baku, namun negara Arab Saudi sedikit menghasilkan bahan baku untuk industri,
padahal kebutuhan mereka akan bahan baku sangat besar. Dengan demikian
negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama
dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan
bahan baku dapat terpenuhi.
2 ) Perbedaan iklim dan kesuburan tanah
Perbedaan iklim dan kesuburan tanah antara satu negara
dengan negara lain akan menyebabkan perbedaan jenis tanaman. Misalnya Indonesia
dan beberapa negara lainnya yang beriklim tropis, curah hujan yang tinggi, dan
lahan yang subur akan menghasilkan padi, kopi, teh, karet, dan sebagainya.
Sedangkan negara-negara seperti di Eropa yang beriklim sedang tidak cocok untuk
jenis tanaman tersebut, sehingga mereka harus memperolehnya dari negara-negara
tropis.
3 ) Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama.
Negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki
kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan
negara-negara berkembang seperti di Afrika dan sebagian Asia. Adanya perbedaan
tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama dengan
negara-negara maju. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat meningkatkan
ilmu pengetahuan dan teknologinya.
4 ) Perbedaan ideologi
Perbedaan ideologi antarsuatu wilayah negara dengan
negara lain dapat memicu konflik antarnegara bahkan menjadi konflik
internasional. Untuk meredakan konflik atau ketegangan perlu adanya kerja sama,
sehingga tidak memperbesar konflik yang telah ada. Misalnya negara seperti
Hongkong yang memisahkan diri dengan RRC yang berideologi komunis, memerlukan
kerja sama dalam bidang politik dengan negara yang berideologi liberal seperti
Amerika Serikat. Hal ini perlu dilakukan agar masalah-masalah yang timbul dapat
diselesaikan di meja perundingan.
b . Kerja Sama Antarnegara Akibat Adanya Kesamaan
Berikut ini beberapa kesamaan yang mendorong kerja
sama antarnegara.
1 ) Kesamaan sumber daya alam
Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat
mendorong terbentuknya kerja sama antarnegara. Misalnya beberapa negara
penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC
(Organization of Petroleum Exporting Countries).
2 ) Kesamaan keadaan wilayah (kondisi geografis)
Negara-negara yang terletak di suatu wilayah yang
memiliki kondisi geografis yang sama sering mengadakan kerja sama untuk
kepentingan wilayah dari masing-masing negara anggotanya. Misalnya
negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama
melalui organisasi ASEAN, dan sebagainya.
3 ) Kesamaan ideologi
Negara-negara yang mempunyai kesamaan ideologi dapat
mendorong suatu negara melakukan kerja sama. Sebagai contoh NATO (North
Atlantic Treaty Organization) adalah kerja sama negara-negara di Atlantik Utara
yang berideologi liberal. Selain itu, negara-negara yang tidak memihak pada
blok Barat ataupun blok Timur membentuk kerja sama dalam organisasi Nonblok.
4 ) Kesamaan agama
Adanya persamaan agama juga dapat mendorong beberapa
negara untuk bergabung dalam suatu organisasi. Misalnya OKI (Organisasi
Konferensi Islam), yaitu kelompok organisasi negara-negara Islam. Mereka
bergabung dalam OKI sebagai respon atas peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di
Yerusalem yang dilakukan oleh Israel.
Hubungan kerja sama antarnegara di bidang ekonomi
dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Bentuk kerja samanya ditentukan
berdasarkan negara yang mengadakan perjanjian. Berdasarkan jumlah negara yang
mengadakan, kerja sama ekonomi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kerja
sama ekonomi bilateral dan kerja sama ekonomi multilateral.
a.
Kerja Sama Ekonomi Bilateral
Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi
antara satu negara dengan negara tertentu. Kerja sama tersebut hanya melibatkan
dua negara. Contoh: pinjam-meminjam modal antara Indonesia dengan Jepang,
penyederhanaan tenaga kerja antara Indonesia dengan Malaysia.
b . Kerja Sama Ekonomi Multilateral
Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang
dilakukan oleh banyak negara. Kerja sama multilateral dibedakan menjadi dua
macam, yaitu kerja sama regional dan kerja sama internasional.
1) Kerja sama regional
1) Kerja sama regional
Kerja sama regional adalah kerja sama antara beberapa
negara dalam satu kawasan. Contoh: ASEAN, MEE, dan lain-lain.
2) Kerja sama internasional
Kerja sama internasional adalah kerja sama antara
negara-negara di dunia dan tidak terbatas dalam satu kawasan. Contoh: IMF, ILO,
OPEC, dan lain-lain.
Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi
internasional, dibentuklah badan-badan kerja sama ekonomi internasional.
Berikut ini bentuk-bentuk badan kerja sama antarnegara yang penting bagi
Indonesia.
a. Badan Kerja Sama Regional
1 ) ASEAN ( Association of South East Asian Nation Nation)
ASEAN adalah organisasi yang bertujuan mengukuhkan kerja sama regional
negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di
Bangkok oleh lima negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, dan Thailand. Pada perkembangannya, lima negara Asia Tenggara
lainnya yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam ikut
bergabung dalam ASEAN. ASEAN dalam menjalankan tugas-tugasnya dengan melibatkan
komite di berbagai bidang. Berikut ini komite-komite yang dilibatkan ASEAN.
a) Committe on Food Agriculture and Forest (Komite Bahan Makanan,
Pertanian, dan Kehutanan).
b) Committe on Trade and Tourism (Komite Perdagangan dan Pariwisata).
c) Committe on Finance and Banking (Komite Keuangan dan Perbankan).
d) Committe on Industry, Mining, and Energi (Komite Industri, Pertambangan, dan Energi).
e) Committe on Transportation and Comunication (Komite Transportasi dan Komunikasi).
f) Committe on Cultural and Information (Komite Kebudayaan dan Informasi).
g) Commite on Welfare Society and Development (Komite Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan).
b) Committe on Trade and Tourism (Komite Perdagangan dan Pariwisata).
c) Committe on Finance and Banking (Komite Keuangan dan Perbankan).
d) Committe on Industry, Mining, and Energi (Komite Industri, Pertambangan, dan Energi).
e) Committe on Transportation and Comunication (Komite Transportasi dan Komunikasi).
f) Committe on Cultural and Information (Komite Kebudayaan dan Informasi).
g) Commite on Welfare Society and Development (Komite Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan).
Selain membentuk komite-komite, ASEAN juga membangun proyek-proyek yang ada
di beberapa negara anggota. Bentuk proyek-proyek ASEAN seperti berikut ini.
a) ASEAN Vaccine Project, yaitu proyek pabrik vaksin di Singapura.
a) ASEAN Vaccine Project, yaitu proyek pabrik vaksin di Singapura.
b) ASEAN Copper Fabrication Project, yaitu proyek industri tembaga di
Filipina.
c) Rock Salt Soda Ash Project, yaitu proyek pabrik abu soda di Thailand.
d) ASEAN Urea Project, yaitu proyek
pabrik pupuk urea di Malaysia.
e) ASEAN Aceh Fertilizer Project, yaitu proyek pabrik pupuk urea amonia di
Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia.
Untuk mensejahterakan perekonomian negara-negara Asia
Tenggara, ASEAN melakukan beberapa langkah. Diawali dengan pengaturan penurunan
tarif bersama (CEPT/The Common Effective Prevential Tariff), ASEAN lantas
melangkah lebih mantap melalui penerapan kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA)
tahun 2003. Tekad ASEAN pun semakin kuat dengan mengikrarkan pembentukan
masyarakat ASEAN 2020 melalui Bali Concord II tahun 2003, yang berpilarkan
komunitas politik dan keamanan, ekonomi, dan komunitas sosial budaya. Pada
tanggal 4 Mei 2007, para menteri ekonomi negara-negara anggota ASEAN mengadakan
pertemuan di Brunei Darussalam. Pada pertemuan tersebut ditetapkan bahwa
penggabungan ekonomi di antara negara-negara anggota akan membentuk pasar dan
basis produksi tunggal yang memungkinkan aliran bebas barang, jasa, modal,
investasi, dan pekerja terampil. Sekarang ini, ASEAN akan berkiprah semakin
besar di bidang ekonomi dan membangun jaringan kerja sama yang semakin luas
melampaui batas-batas Asia Tenggara. Lebih dari itu ASEAN akan menjadi sebuah
komunitas terintegrasi.
2 ) AFTA ( ASEAN Free Trade Area Area)
AFTA atau kawasan perdagangan bebas ASEAN adalah forum kerja sama
antarnegara ASEAN yang bertujuan menciptakan wilayah perdagangan bebas di
seluruh kawasan ASEAN. Konsep perdagangan bebas ini antara lain meliputi
penghapusan atau penurunan tarif perdagangan barang sesama negara ASEAN
sehingga menurunkan biaya ekonomi. Pembentukan AFTA berawal dari pertemuan
anggota ASEAN pada KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada Januari 1992. Berikut ini
beberapa tujuan AFTA.
a) Meningkatkan spesialisasi di negara-negara ASEAN.
a) Meningkatkan spesialisasi di negara-negara ASEAN.
b) Meningkatkan ekspor dan impor baik bagi ASEAN ataupun di luar ASEAN.
c) Meningkatkan investasi bagi negara ASEAN.
3 ) APEC ( Asia Pacific Economic Cooperation Cooperation)
APEC merupakan forum kerja sama negara di kawasan Asia Pasifik untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi di antara sesama
negara anggota. Keberadaan APEC atas prakarsa Bob Hawke (perdana menteri
Australia). Tujuan dari APEC tertuang dalam Deklarasi Bogor pada tahun 1994,
yaitu menetapkan kawasan APEC sebagai kawasan perdagangan dan investasi bebas
dan terbuka yang berlaku paling lambat tahun 2020. Untuk negara anggota yang
termasuk dalam kategori negara maju, kawasan bebas dan terbuka harus sudah
terealisasi paling lambat 2010. Untuk mencapai tujuannya, APEC dalam melakukan
kegiatannya selalu berlandaskan pada prinsip kesepakatan bersama yang sifatnya
tidak mengikat, dialog terbuka, serta prinsip saling menghargai pandangan dan
pendapat seluruh anggota. Keputusan yang diambil oleh APEC dibuat berdasarkan
konsensus dan kesepakatan yang sifatnya sukarela. Indonesia merupakan salah
satu negara pencetus APEC. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan
pemimpin APEC II di kota Bogor pada tahun 1994. Keikutsertaan Indonesia dalam
forum APEC diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian
nasional, investasi, dan perdagangan internasional. Selain itu, keanggotaan Indonesia
juga diharapkan dapat memperlancar dan mempererat kerja sama nonekonomi
antarsesama negara anggota pada tingkat bilateral maupun multilateral.
4 ) EU ( European Union)
European Union atau Uni Eropa adalah organisasi kerja sama regional di
bidang ekonomi dan politik negara di Eropa. Pembentukan EU berawal dari
penandatanganan Traktat Roma tentang pendirian komunitas energi atom (European
Atomic Energi Community) dan komunitas Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
Lembaga-lembaga tersebut pada tanggal 1 Juli 1967 bergabung menjadi satu
organisasi yaitu Masyarakat Eropa (ME) dan kemudian pada tahun 1993 menjadi Uni
Eropa. Kegiatan Uni Eropa pada awalnya hanya terbatas di bidang perdagangan.
Akan tetapi sejalan dengan pertambahan anggota Uni Eropa, berkembang pula
bentuk kerja sama itu. Kerja sama tersebut adalah dalam bidang ekonomi yang
lebih luas, seperti kebijakan perpajakan, perindustrian, pertanian, dan
politik. Upaya ini dilanjutkan dengan membentuk pasaran bersama, sebuah
perjanjian untuk menghapus halangan terhadap mobilitas faktor produksi sesama
negara anggota Uni Eropa. Anggota Uni Eropa terdiri atas 27 negara.
Negara-negara anggota UE terdiri atas: Irlandia, Inggris, Prancis, Portugal,
Spanyol, Italia, Yunani, Austria, Belgia, Luksemburg, Jerman, Belanda, Denmark,
Swedia, Finlandia, Polandia, Ceko, Hongaria, Slovenia, Siprus, Malta, Slovakia,
Latvia, Lithuania, Estonia, Rumania, Bulgaria.
5 ) EFTA ( European Free Trade Area Area)
EFTA didirikan pada tahun 1959 sebagai lembaga kerja
sama ekonomi antara negara-negara Eropa yang tidak termasuk MEE. Negara anggota
EFTA terdiri atas Austria, Swiss, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Portugal.
6 ) ADB ( Asian Development Bank )
ADB atau Bank Pembangunan Asia, didirikan tanggal 19 Desember 1966. ADB
berpusat di Manila, Filipina. Tujuan didirikan ADB adalah untuk membantu
negara-negara Asia yang sedang membangun dengan cara memberikan pinjaman lunak,
yaitu dengan masa pembayaran dalam jangka panjang serta bunga yang rendah.
b . Badan Kerja Sama Ekonomi Multilateral
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kerja
sama ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi antara dua negara atau
lebih yang tidak dibatasi oleh wilayah atau kawasan tertentu. Organisasi
multilateral yang paling besar adalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). PBB adalah
organisasi internasional yang dianggap sebagai induk organisasi internasional
lainnya. PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945, ditandai dengan
penandatanganan Piagam PBB oleh negara anggotanya. Tujuan utama PBB adalah
menjamin perdamaian dunia, menjamin berlakunya hak asasi manusia, serta
berusaha meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat di seluruh dunia.
Untuk melaksanakan perannya di seluruh dunia, PBB membentuk lembaga perwakilan
melalui Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council/ECOSOC). ECOSOC
dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh organisasi-organisasi khusus PBB
yang erat kaitannya dengan tugas-tugas dewan. Berikut ini organisasi khusus PBB
yang berada di bawah ECOSOC maupun yang ada kaitannya dengan dewan tersebut.
1 ) IMF ( International Monetary Found)
IMF atau Dana Moneter Internasional adalah lembaga
keuangan internasional yang didirikan untuk menciptakan stabilitas sistem
keuangan internasional. IMF didirikan pada tanggal 27 Desember 1945. Markas
besar IMF berada di Washington DC, AS. IMF didirikan dengan beberapa tujuan
berikut ini.
a) Meningkatkan kerja sama keuangan atau moneter internasional dan
memperlancar pertumbuhan perdagangan internasional yang berimbang.
b) Meningkatkan stabilitas nilai tukar uang dan membantu terciptanya lalu
lintas pembayaran antarnegara.
c) Menyediakan dana bantuan bagi negara anggota yang mengalami defisit yang
bersifat sementara dalam neraca pembayaran.
Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai IMF, maka
kegiatan-kegiatan utama IMF terdiri atas hal-hal berikut ini.
a) Memonitor kebijakan nilai tukar uang negara anggota.
b) Membantu negara anggota mengatasi masalah yang berkaitan dengan neraca
pembayaran.
c) Memberikan bantuan teknis dan pelatihan dalam rangka meningkatkan
kapasitas institusi serta sumber daya manusianya.
Bantuan juga diberikan untuk mendesain dan
mengimplementasikan kebijakan makroekonomi serta perubahan struktural yang
relatif.
2 ) IBRD ( International Bank for Reconstruction and Development )
IBRD disebut juga World Bank atau Bank Dunia. IBRD merupakan organisasi
pemberi kredit kepada negara-negara anggota untuk tujuan pembangunan. IBRD
didirikan pada tanggal 27 Desember 1947 dan berkedudukan di Washington DC,
Amerika Serikat. IBRD berusaha mengumpulkan dana dari para anggota untuk
dipinjamkan kepada para anggota yang memerlukan dana untuk pembangunan.Pinjaman
yang dibiayai oleh IBRD hanya ditujukan untuk proyekproyek yang positif.
3 ) WTO ( World Trade Organization )
WTO atau organisasi perdagangan dunia adalah organisasi internasional yang
bertugas untuk menata dan memfasilitasi lalu lintas perdagangan antarnegara
serta mengatasi perselisihan perdagangan antarnegara. WTO dibentuk pada tahun
1995 sebagai pengganti dari General Agreement on Tariff and Trade (GATT). GATT
me-rupakan persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan yang dibentuk tahun
1947. Tujuan didirikannya GATT ialah untuk mengurangi hambatan perdagangan
antarnegara dengan memerhatikan kepentingan negara yang melakukan transaksi
perdagangan. GATT dibubarkan di Jenewa, Swiss pada tanggal 12 Desember 1995.
Pembubaran GATT dilakukan setelah organisasi ini berjalan berdampingan dengan
WTO. WTO didirikan untuk melaksanakan tugas-tugas berikut ini.
a) Memantau pelaksanaan perjanjian dagang.
b) Mengevaluasi kebijakan perdagangan nasional negara anggota.
c) Sebagai forum negoisasi perdagangan dan aktif menangani setiap konflik
perdagangan yang terjadi
d) Memberikan bantuan teknik dan pelatihan untuk negara-negara berkembang.
e) Melakukan kerja sama dengan organisasi internasional lainnya.
4 ) FAO ( Food and Agricultural Organization Organization)
FAO adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang pangan dan
pertanian. FAO didirikan tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma,
Italia. Tujuan didirikannya FAO untuk meningkatkan jumlah dan mutu pangan serta
menyelenggarakan persediaan bahan makanan dan produksi agraris internasional.
Indonesia sebagai anggota FAO pernah menerima penghargaan atas keberhasilannya
dalam meningkatkan produksi beras.
5 ) IFC ( International Finance Corporation
Corporation)
IFC merupakan bagian dari Bank Dunia. IFC bertugas
memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha swasta yang dijamin
pemerintahannya serta membantu menyalurkan investasi luar negeri ke
negara-negara sedang berkembang. IFC berdiri pada tanggal 24 Juli 1956 dan
pusatnya di Washington, Amerika Serikat.
6 ) ILO ( International Labour Organization Organization)
ILO atau Organisasi Perburuhan Internasional yang bertugas mempromosikan
keadilan sosial serta hak buruh. ILO dibentuk oleh Liga Bangsa-Bangsa Melalui
Traktat Versailes (Treaty of Versailles) pada tahun 1919. Prinsip yang
digunakan ILO sebagai dasar kegiatannya adalah perdamaian abadi dapat dicapai
jika didasarkan pada keadilan sosial. ILO sebagai salah satu organisasi
perburuhan dunia akan memperjuangkan hal-hal berikut ini.
a) Penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
a) Penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
b) Standar hidup yang lebih baik.
c) Kondisi kerja yang manusiawi.
d) Kesempatan kerja.
e) Keamanan ekonomi.
Adapun produk yang dihasilkan ILO baik berupa
peraturan atau kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, terdiri atas hal-hal
berikut ini.
a) Batasan lama bekerja ialah 8 (delapan) jam/hari.
b) Perlindungan terhadap tenaga kerja wanita (ibu) yang sedang hamil.
c) Pengaturan tentang pekerja anak-anak.
d) Peningkatan keselamatan kerja.
e) Penciptaan kondisi kerja yang kondusif.
ILO memiliki dua lembaga penting dalam melaksanakan
kegiatannya yakni Lembaga Studi Perburuhan dan Pusat Pendidikan Internasional.
Lembaga Studi Perburuhan menyelenggarakan pendidikan dan riset tentang
kebijakan sosial dan perburuhan. Adapun pusat pendidikan internasional
menyediakan program hasil rancangan para direktur dan ahli lainnya yang
memimpin lembaga kejuruan dan teknis. ILO dalam menjalankan kegiatannya juga
menjalin kerja sama baik dengan pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja.
Kerja sama ini dilakukan melalui proyek promosi tenaga kerja, pengembangan SDM,
produktivitas, hubungan industri, dan pendidikan bagi pekerja.
7 ) UNDP ( United Nations Development Program )
UNDP adalah organisasi di bawah PBB yang bertugas memberikan sumbangan
untuk membiayai program-program pembangunan terutama bagi negara-negara yang
sedang berkembang. UNDP dibentuk pada bulan November 1965.
8 ) UNIDO ( United Nations Industrial Development
Organization Organization)
UNIDO merupakan organisasi pembangunan PBB yang
bertujuan untuk memajukan perkembangan industri di negara-negara berkembang
yaitu dengan memberikan bantuan teknis, program latihan, penelitian, dan
penyediaan informasi. UNIDO didirikan pada tanggal 24 Juli 1967. UNIDO
berkedudukan di Wina, Austria.
Selain organisasi-organisasi ekonomi di atas terdapat
pula organisasi internasional lainnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi.
Akan tetapi organisasi tersebut tidak berada di bawah naungan PBB. Berikut ini
bentuk-bentuk lembaga internasional di bidang ekonomi.
1 ) OPEC ( Organization of Petroleum Exporting
Countries)
OPEC adalah organisasi negara-negara pengekspor
minyak. OPEC didirikan atas prakarsa lima negara produsen terbesar minyak
dunia, yaitu Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela, pada pertemuan
tanggal 14 September 1960 di Baghdad, Irak. OPEC berkedudukan di Wina, Austria.
OPEC mempunyai beberapa tujuan berikut ini.
a)
Menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara anggota.
b) Memenuhi
kebutuhan dunia akan minyak bumi.
c) Menstabilkan harga minyak dunia.
d) Menentukan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negara anggota.
OPEC berupaya menstabilkan harga minyak di pasar
internasional dan menjamin kesinambungan pasokan minyak kepada negara-negara
konsumen. Salah satu cara untuk menjaga stabilitas pasar minyak internasional
adalah melalui penentuan kuota (batas tertinggi) produksi minyak berdasarkan
kesepakatan negara anggota. Misalnya, apabila permintaan minyak dunia meningkat
atau salah satu negara anggota OPEC mengurangi produksinya, maka negara anggota
OPEC lain dapat secara sukarela meningkatkan produksi minyaknya untuk
menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali. Dalam perdagangan
internasional, OPEC menguasai 55% minyak dunia. Karena itu OPEC memegang
peranan penting dalam masalah perminyakan internasional, terutama dalam hal
menaikkan dan menurunkan tingkat produksinya. Di samping itu OPEC juga terlibat
aktif dalam usaha peningkatan perdagangan internasional serta koservasi lingkungan.
Negara-negara anggota OPEC antara lain Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait,
Venezuela, Nigeria, Uni Emirat Arab, Qatar, Alberia, Indonesia, Aljazair, dan
Lybia.
2 ) OECD ( Organization for Economic Cooperation and
Development Development)
OECD merupakan organisasi yang bergerak di bidang
kerja sama ekonomi dan pembangunan. OECD didirikan pada tahun 1961. Tujuan OECD
adalah membentuk kerja sama ekonomi antarnegara anggota. Anggota OECD antara
lain Amerika Serikat, Autralia, Austria, Kanada, Jepang, Meksiko, Denmark,
Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Norwegia, Swedia, Swiss, Turki,
Slowakia, Polandia, Selandia Baru, Inggris, Luksemburg, Irlandia, Ceko,
Portugal, Belgia, Korea Selatan, Finlandia, Hongaria, dan Yunani.
Kerja sama ekonomi yang telah dilakukan oleh bangsa
Indonesia, baik yang sifatnya regional maupun internasional, tentunya akan
memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Berikut ini dampak dari kerja
sama ekonomi antarnegara.
a. Meningkatkan Keuangan Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat memberikan banyak
manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan. Melalui kerja sama
ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak
yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman keuangan
otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.
b . Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama ekonomi dapat menciptakan persaingan yang
sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang sehat ini dapat
dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan
produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keberhasilan
bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada gilirannya akan
meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
c . Meningkatkan Investasi
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara
menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Banyaknya
investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang
bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan Indonesia.
Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja baru,
sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
d . Menambah Devisa Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di bidang
perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari kegiatan
ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang diperoleh
negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
e . Memperkuat Posisi Perdagangan
Persaingan dagang di tingkat internasional sangat
berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan perdagangan di setiap
negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama
tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang menguntungkan negara-negara
anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat memperlancar kegiatan
ekspor dan impor dan menciptakan perdagangan yang saling menguntungkan.
Akibatnya posisi perdagangan dalam negeri semakin kuat.
a. Ketergantungan dengan Negara Lain
Banyaknya pinjaman modal dari luar negeri daspat
membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain. Hal ini akan
menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan pembangunan yang lebih baik.
b . Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi
Indonesia
Sikap ketergantungan yang semakin dalam pada negara
lain, dapat menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada
kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika
kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat campur tangan negara lain,
hal ini dapat merugikan rakyat.
c . Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia
Alih teknologi yang timbul dari kerja sama ekonomi
antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Jika hal
ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi
banyaknya pengangguran.
d . Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif
Barang-barang impor yang masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk
mencoba dan memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola
hidup konsumtif.
Langganan:
Postingan (Atom)






















